Thursday, June 7, 2012

Two reports from Voice of Baptist Papua on their web page


Two reports from Voice of Baptist Papua on their web page



Unfortunately not captions with photos in article one at this stage

1)  13 Papuans, Killed In Shooting Death By Police Joint army / police in Wamena - Papua +photos 
------------------


2) KNPB Chairman, Papua Police Arrested Buchtar Tabuni

A Google translate of article on Voice of Baptist Papua. Be-aware google translate can be a bit erratic original bahasa below with weblink

KNPB Chairman, Papua Police Arrested Buchtar Tabuni

Arrest Bucthar Tabuni (chairman KNPB 2008)
Jayapura, VB, Chairman and Chairman of the National ParliamentKNPB West Papua [PNWP], Buchtar Tabuni was arrested along withtwo colleagues, Jufri Wandikbo and Assa Alua by Papua police policepromptly at 15.30 (07/06) afternoon in Abepuara Circle, West Papua .

Buchtar et al captured setelahs attend face to face facilitated DPRPthis afternoon to clarify the various events aimed at KNPB shooting,where the event was attended by the public stores, religious and political leaders but they are not attended by the Commander andChief of Police.

Buchtar arrested while driving a car on the way Avansa with hercolleagues. Suddenly stopped and arrested by force.

News that the secretariat lasir KNPB that during this time there was nosummons from the police to Bucthar Tabuni, arrest without a current judicial proceeding, in which the Papua Police make arrests without warrants three times.

The arrest was also a 7-hour earlier (at 07.00 am) 4 members of thePapua police shot dead Teyu Tabuni (17), one of the Papuans in the day before Yapis and TNI / Police Shoot 13  people in Wamena


Peace in Action Demo Lead KNPB
Previously, the Papua police prohibit peaceful demonstrations ledKNPB which resulted in three victims of police shootings Indonesia on 4 June. The arrest was carried out as an effort to police the peace movement KNPB scapegoat for this, in order to avoid allegations ofpolice inability to uncover the perpetrators of violence in Papua.

Until now, police still arrested in Papua police detention room. KNPBhas menyeruhkan for national mobilization on a large scale throughout the land of Papua.






Ketua KNPB, Buchtar Tabuni Ditangkap Polda Papua

Penangkapan Bucthar Tabuni (ketua KNPB 2008)
Jayapura-VB, Ketua Umum KNPB sekaligus Ketua Parlemen Nasional West Papua [PNWP] , Buchtar Tabuni ditangkap bersama kedua rekannya, Jufri Wandikbo dan Assa Alua oleh aparat kepolisian Polda Papua tepat pukul 15.30 (07/06) siang ini di Lingkaran Abepuara, West Papua.

Buchtar dkk ditangkap setelahs menghadiri acara tatap muka yang difasilitasi DPRP tadi siang guna mengklarifikasi berbagai peristiwa penembakan yang ditujukan kepada KNPB, dimana dalam acara yang dihadiri toko masyarakat, agama dan adat tersebut namun tidak dihadiri oleh Pangdam dan Kapolda.

Buchtar ditangkap saat dalam perjalanan mengendarai mobil Avansa bersama kedua rekannya. Tiba-tiba dihentikan dan ditangkap secara paksa.

Berita yang di lasir sekretariat KNPB bahwa selama ini tidak ada surat panggilan dari kepolisian terhadap Bucthar tabuni, Penangkapan ini terjadi tanpa prosedur hukum yang berlaku, dimana pihak Polda Papua melakukan penangkapan tanpa surat penangkapan 3 kali. 

Penangkapan itu juga terjadi 7 jam sebelumnya (pukul 07.00 pagi)  4 anggota Polda Papua menembak mati Teyu Tabuni (17), salah satu warga Papua di Yapis dan sehari sebelumnya Aparat TNI/Polri Menembak 13 Orang di Wamena


Aksi Demo Damai yang di Pimpin KNPB
Sebelumnya, pihak Polda Papua melarang demo damai yang dipimpin KNPB yang mengakibatkan 3 orang korban penembakan aparat kepolisian Indonesia pada 4 Juni lalu. Penangkapan ini dilakukan sebagai upaya polisi mengkambing hitamkan gerakan damai KNPB selama ini, agar polisi terhindar dari tuduhan ketidakmampuannya mengungkap pelaku kekerasan di Papua.

Sampai saat ini, Polda masih diringkus dalam ruang tahanan Polda Papua. KNPB telah menyeruhkan agar mobilisasi nasional secara besar-besaran di seluruh tanah Papua.

No comments:

Post a Comment