Sunday, November 27, 2011

Security operation in Paniai continues

A google translate of article in Jubi. Beware google translate can be erratic.

------------------------------------------------------

http://tabloidjubi.com/daily-news/seputar-tanah-papua/14917-sweeping-warga-sipil-di-paniai-masih-berlanjut.html

Sweeping Civilians In Paniai Still Continues

SATURDAY, 26 NOVEMBER 2011 12:13 ALMER Pits HITS: 22












ILLUSTRATIONS IN THE SECURITY AREA PEAK JAYA (IST)

47
Share
Jubi --- Until now, Saturday (26/11) afternoon, civilians Paniai District and surrounding areas are still traumatized and scared of combing and sweeping from house to house by the combined military forces of the TNI, Police and the Mobile Brigade.

"Sweeping by the military is still done. They went from house to house. This is what we feared, because the average citizen could not speak Indonesian. One-one to speak Indonesian, residents can beaten, tortured or killed and so forth, "said Andy Gobay, one of the civilians in Eduda, Paniai district, Saturday (26/11).

This operation is a continuation of previous operations. On 21 November, the combined forces sweep a sharp instrument's civilians. "Do not know, why they (security forces-ed) to do the sweeping up of the Villages Ipakiye Uwibutu in Madi village?" Asked Gobay.Sweeping also been made to the civil servants housing Madi, Paniai. "Items seized from the location of housing is a civil servant such as machetes, axes divide the usual pake wood, a shovel and a knife in the kitchen. We were surprised what is it? But the police said we were sweeping the sake of duty, "said a civil servant to tabloidjubi.com, Saturday (26/11).

Other sources mention, in Paniai since 10 November, the troop increase has occurred in excessive amounts. Once there are more troops, sweeping is also done in Kampung Kogekotu, Aikai, Iyaibutu, Madii and Kampung Uwidapa, Paniai district. Sweeping toward citizens and civilian homes also performed in Komopa, Thursday (24/11) ago.Then, Jumad (25/11) yesterday afternoon, residents found a number of other military officers headed Obano (West Paniai-red), using 3 units Speedboat. Other village residents are concerned about, Kampung Dagouto and Kopabutu. "Armed forces to open a new military post there, and once planted red and white flag pole in the vicinity. But we thought, this action only provoke civilians, "said the resident who was contacted on Saturday (26/11) morning.

Sweeping this time could be said of military operations without a clear purpose and reason. Because, other than sharps, some security officers apparently doing a disservice civilians from the business and economics. "No man who is actually arrested, but the Indonesian military has captured cattle, confiscating computers, certificates, clothing such as koteka and Noken Indigenous Peoples," said a resident of Deyatei, Paniai.Some homeowners, military officials reported being hit, especially the boys. In a report by civilians, said the operation was conducted in nine districts / subdistricts in the area. (Jubi / ALMER Pits)

Add Comment
-----------------



ILUSTRASI APARAT KEAMANAN DI WILAYAH PUNCAK JAYA (IST)

Sweeping Warga Sipil Di Paniai Masih Berlanjut
SATURDAY, 26 NOVEMBER 2011 12:13 ALMER PITS HITS: 229
ILUSTRASI APARAT KEAMANAN DI WILAYAH PUNCAK JAYA (IST)
47
Share
JUBI --- Hingga kini, Sabtu (26/11) siang, warga sipil Kabupaten Paniai dan sekitarnya masih trauma dan takut terhadap penyisiran dan sweeping dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh aparat militer gabungan TNI, POLRI dan Brimob.

“Sweeping oleh aparat militer masih dilakukan. Mereka masuk dari rumah ke rumah. Ini yang kami takutkan, karena warga rata-rata tidak bisa berbahasa Indonesia. Salah-salah bicara bahasa indonesia, warga bisa dipukul, disiksa atau dibunuh dan lain-lain sebagainya,” ungkap Andy Gobay, salah satu warga sipil di Eduda, Kabupaten Paniai, Sabtu (26/11).

Operasi ini merupakan lanjutan dari operasi sebelumnya. Pada tanggal 21 November lalu, aparat gabungan melakukan sweeping alat tajam milik warga sipil. “Tidak tahu, kenapa mereka (Aparat keamanan-red) lakukan sweeping dari Kampung Ipakiye sampai Kampung Uwibutu di Madi?” tanya Gobay. Sweeping juga telah dilakukan terhadap perumahan pegawai negeri sipil Madi, Paniai. “Barang yang disita dari lokasi perumahan PNS adalah seperti parang, kapak yang biasa pake belah kayu, sekop dan pisau di dapur. Kami kaget ada apa? Tapi polisi bilang kami sweeping demi tugas,” ungkap seorang PNS kepada tabloidjubi.com, Sabtu (26/11).

Sumber lain menyebutkan, di Paniai sejak 10 November lalu telah terjadi penambahan pasukan dalam jumlah berlebihan. Setelah ada penambahan pasukan, sweeping juga dilakukan di Kampung Kogekotu, Aikai, Iyaibutu, Madii dan Kampung Uwidapa, Kabupaten Paniai. Sweeping terhadap warga dan rumah sipil juga dilakukan di Komopa, Kamis (24/11) lalu. Kemudian, Jumad (25/11) kemarin sore, warga mendapati sejumlah aparat militer lainnya menuju Obano (Paniai Barat-red), menggunakan 3 unit Speedboat. Kampung lain yang dicemaskan warga adalah, Kampung Dagouto dan Kopabutu. “Aparat bersenjata membuka Pos militer baru di sana dan sekaligus menanamkan tiang bendera merah putih di sekitarnya. Tapi kami pikir, tindakan ini hanya memancing warga sipil,” ucap warga yang dihubungi, Sabtu (26/11) pagi.

Sweeping kali ini bisa dikatakan operasi militer tanpa tujuan dan alasan yang jelas. Sebab, selain benda tajam, beberapa oknum aparat keamanan rupanya melakukan tindakan yang merugikan warga sipil dari sisi bisnis dan ekonomi. “Bukan manusia yang ditangkap sebenarnya, tapi militer Indonesia telah menangkap ternak, menyita Komputer, Ijazah, pakaian Adat seperti koteka dan Noken Adat,” ungkap seorang warga dari Deyatei, Paniai. Beberapa pemilik rumah, dilaporkan dipukul aparat militer, terutama anak laki-laki. Dalam sebuah laporan oleh warga sipil, menyebutkan, operasi ini dilakukan di sembilan distrik/kecamatan di wilayah itu. (JUBI/ALMER PITS)

No comments:

Post a Comment