Wednesday, March 6, 2013

1) Explosives Found from OPM


1) Explosives Found from OPM
2) NOTES ON VIOLENCE IN PAPUA FKPGP ERA FOR OTSUS 

Google translations of articles in (1)Bintang Papua (2) Tabloid Jubi
Be-Aware google translate can be a bit erratic.
Original bahasa below translations

------------------------------------------------------------------
Tuesday, March 5, 2013 20:43
1) Explosives Found from OPM
font size Print Email 22 comments
Gauging item ini1 2 3 4 5 (0 votes)
Threatens to Disrupt Security in Jayapura



JAYAPURA-The military discovered explosive powders when making arrests four members of the TPN / OPM armed each ST (35), ID (54), NS (42) and DN (29). in Kampung Yanma, East Coast District, Sarmi, Monday (4/3) at 08.30 CET.

Commander XVII / Cenderawasih Maj. Gen. Drs. Christian Zebua, MM said, after the arrest of four members of the OPM it found explosive powders, OPM membership card, the documents can be categorized as coming from a group that committed acts of evil. "We do not know which group they are from, but clearly we find things that are prohibited, such as explosives and sebagianya," he said when it was confirmed on the sidelines of the opening of the Expo in Makodam Cenderawasih XVII / Cenderawasih, Jayapura, on Tuesday (5/3) .
However, he added, it urged the public aware of the specific activities that disrupt public order and security through cooperation with the Police / Army.

"We want to secure the area, we leave it to legal actions. The army was not going to commit acts outside the terms, "he said.
In addition to finding evidence OPM whether they are there activities that have been performed, Commander said it had handed evidence to the perpetrator and the police station for further Sarmi.

The presence of four members OPM documents captured in the East Coast District, Sarmi, Monday (4/3) at 08.30 CET, it contains disturbing security plan in Jayapura. "To anticipate the threat, especially in the city of Jayapura, following the discovery of a security breach plan documents from the hands of four members of the OPM, the Board of Jayapura City Police intensified patrols in the town forest. It follows there are many residents who occupy the mountains as a place to live, "said Police Chief Adjunct Senior Commissioner Alfred Papare Jayapura City, SIK as confirmed on the sidelines of protests Papua Journalists condemns violence against journalists Paser TV Balikpapan, Nurmila Sari Wahyuni ​​(23) in Imbi Park, Jayapura, on Tuesday (5/3).
He said it always did legal measures, such as Rasia and approaches to influential community leaders, because of the threat as it is often the case, including government officials.

Previously, he said the company has been carrying out patrols in Mount Nafri, followed by Rear Mayor's Office, involving two SST. Direncananya pihanya will carry out patrols on Mount Abepura, Black Land, until the inauguration of the Governor and Deputy Governor of Papua elected.
As proclaimed, 4 members were arrested by armed OPM Post A Measure Nengke Security Task Force Infantry Battalion 755/Yalet prone regions in Kampung Yanma, East Coast District, Sarmi, Monday (4/3) at 08.30 CET. 4 members of OPM's arrest, following information from the public who feel uneasy with this group activity. Each ST (35), ID (54), NS (42) and DN (29) Furthermore, the four East 1712/Pantai digeladang Koramil and some evidence secured, in order to do further tests.

As a result, 4 members of the OPM riding two motorcycles from the Sarmi heading to Jayapura. Then 3 members Post Measure Nengke pursuit against the four suspects and instantly capture. Of arrest obtained the evidence of one sheet of a document that contains the results of pertemuanTPN / OPM 26 February 2013, 1 sheet of card members TPN / OPM
An. Nicko Sosomar Majoor NBP with the rank of 7100303, headquarters staff positions TPN / OPM, stamp marked Commander of TPN / OPM Richard H. Joweni, 1 piece folding bayonet type USA M9, 1 piece Brifet symbol of the Morning Star flag, 1 Sosomar Nicko photographs by holding M16s AI and 1 backpack, cash amounting to Rp 20.1 million and 3 units of mobile phones as well as two bottles of acid drugs vein. (Mdc/don/l03)
Read 127 times
---------------------------------------
Selasa, 05 Maret 2013 20:43

Ditemukan Bahan Peledak dari OPM

Taksir item ini
(0 pilihan)
Ancam Ganggu Keamanan di Kota Jayapura

JAYAPURA—Pihak  TNI  menemukan bubuk-bubuk   bahan  peledak ketika melakukan  penangkapan  4  anggota TPN/OPM   bersenjata masing-masing  ST (35), ID  (54), NS (42) dan  DN  (29). di Kampung  Yanma, Distrik Pantai  Timur, Kabupaten Sarmi, Senin (4/3) pukul  08.30 WIT. 
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua, MM mengatakan, pasca penangkapan  4 anggota  OPM pihaknya menemukan   bubuk-bubuk   bahan  peledak,  kartu  tanda anggota OPM, dokumen-dokumen  yang bisa dikategorikan berasal   dari satu kelompok  yang melakukan tindakan –tindakan kejahatan. “Kami tak  tahu  mereka  dari  kelompok mana, tapi  yang  jelas kami  menemukan hal –hal  yang dilarang, seperti  bahan peledak dan sebagianya,” tandasnya ketika dikonfirmasi disela-sela pembukaan   Cenderawasih  Expo di Makodam  XVII/Cenderawasih, Jayapura, Selasa (5/3). 
Namun demikian, lanjut dia,  pihaknya  menghimbau masyarakat mewaspadai kegiatan-kegiatan pihak tertentu  yang mengganggu  keamanan dan ketertiban masyarakat  melalui melakukan kerjasama dengan Polri/TNI.

“Kita  mau aman  daerah  ini kita serahkan pada  tindakan-tindakan hukum. Tentara pun tak  akan  melakukan tindakan-tindakan di luar  ketentuan,”  tuturnya. 
Selain menemukan barang bukti  mereka adalah OPM apakah ada kegiatan mereka  yang memang  sudah dilakukan, kata Pangdam,  pihaknya  telah menyerahkan  pelaku dan barang bukti  kepada  Polres Sarmi  untuk  diperiksa lebih lanjut.
Ditemukannya dokumen  dari  4  Anggota OPM  yang  ditangkap di  Distrik Pantai  Timur, Kabupaten Sarmi, Senin (4/3) pukul  08.30 WIT , ternyata  berisi rencana mengganggu keamanan di Kota Jayapura.   “Guna  mengantisipasi ancaman  khususnya  di  Kota Jayapura, menyusul ditemukannya  dokumen rencana gangguan keamanan dari tangan 4 anggota OPM itu,  Jajaran Polres  Jayapura Kota mengintensifkan patroli di kawasan hutan Kota. Hal itu menyusul masih banyaknya warga yang menempati gunung-gunung sebagai tempat tinggal,” ujar  Kapolres Jayapura Kota  AKBP Alfred Papare, SIK ketika dikonfirmasi  di sela-sela aksi   unjukrasa  Jurnalis  Papua   mengutuk kekerasan terhadap Jurnalis  Paser  TV Balikpapan,  Nurmila Sari Wahyuni  (23) di  Taman  Imbi, Jayapura, Selasa (5/3).
Dia mengatakan,  pihaknya   senantiasa  melakukan langkah-langkah hukum, seperti rasia dan pendekatan kepada tokoh masyarakat yang berpengaruh, karena  ancaman seperti itu sering terjadi, termasuk kepada pejabat pemerintah. 
Sebelumnya, kata dia, pihaknya  telah  berhasil  melaksanakan patroli di Gunung Nafri, disusul Belakang Kantor Walikota, melibatkan 2 SST. Direncananya pihanya  akan melaksanakan patroli di Gunung Abepura, Tanah Hitam, hingga  pelantikan dan Gubernur dan Wagub Papua terpilih.
Sebagaimana diwartakan, 4 anggota OPM  bersenjata  ditangkap  oleh  Anggota  Pos Takar  Nengke  Satuan  Tugas Pengamanan Daerah  Rawan  Batalyon Infanteri 755/Yalet di Kampung  Yanma, Distrik Pantai  Timur, Kabupaten Sarmi, Senin (4/3) pukul  08.30 WIT.  Penangkapan  4 anggota OPM ini, menyusul informasi  dari masyarakat  yang  merasa  resah dengan aktivitas kelompok ini.  Masing-masing  ST (35), ID  (54), NS (42) dan  DN  (29) Selanjutnya keempatnya  digeladang  ke Koramil  1712/Pantai Timur  serta  sejumlah  barang  bukti diamankan, guna dilakukan  pemeriksaan  lebih lanjut.
Alhasil,  4 angota  OPM mengendarai  2 unit sepeda motor dari arah Sarmi menuju ke Jayapura. Kemudian 3 anggota   Pos Takar  Nengke melakukan  pengejaran  terhadap ke-empat  orang yang dicurigai dan langsung  menangkap. Dari  penangkapan  tersebut diperoleh  barang bukti berupa  1 lembar dokumen   yang  berisi  hasil  pertemuanTPN/OPM  26 Pebruari  2013, 1 lembar kartu anggota TPN/OPM
An. Nicko Sosomar dengan  pangkat Majoor NBP 7100303, jabatan  staf markas pusat  TPN/OPM, cap  tertanda Panglima  TPN /OPM  Richard H. Joweni,   1 buah sangkur lipat jenis USA M9, 1  buah Brifet  lambang bendera Bintang Kejora, 1  lembar foto Nicko Sosomar dengan memegang senjata  M16 AI dan 1 buah  ransel, uang tunai sebesar Rp 20.100.000 dan  3 unit Hand Phone serta dua botol obat asam urat. (mdc/don/l03)
Baca 127 kali
-----------------------------------------------

2) NOTES ON VIOLENCE IN PAPUA FKPGP ERA FOR OTSUS 
Author: Moses Abubar | 16:52
Editor: Victor Mambor
| March 6, 2013 | 0
 
Illustration Violence in Papua (IST)
Jayapura, 6/3 (Jubi) - Since the era of the implementation of the Special Autonomy Law (SAF) for Papua, some violence continues to take place alternately in the eastern region of Indonesia. Until now, the violence is still ongoing. Here are a number of violence recorded by Kingmi Church and the Baptist Church of Papua in Jayapura.

From the press reales received tabloidjubi.com, Wednesday (6/3) of the Church and the Baptist Church of Papua Kingmi incorporated in Papua Church Leaders Working Forum (FKPGP), nine cases occurred along the Papua Special Autonomy Law applies. 

First, on March 2, 2013, a priest named Jonah Gobay (55 years) was tortured and abused and then released after the families of the victims handed over a ransom of Rp. 1 million to the police in Enarotali City Police, Paniai.

Two, the shooting in Sinak, Peak District, and in Tingginambut Puncak Jaya on February 21, 2013 and the shooting at Udaugi, Deiyai ​​border district on January 31, 2013, which killed a number of civilians and officers. Three, on February 15, 2013, Dago Ronal Gobay (30 years) was arrested in Depapre, Jayapura district police and tortured in the interrogation room of the police station work intelkam Jayapura.

And the new Kekekerasan effort forced dissolution of worship Anniversary IV West Papua National Committee (KNPB) dated 19 November 2012 in Hall Stakin Sentani by the Government and the security forces under the leadership of Jayapura Police Chief, Chief Harry Royke Langie and vice-regent of Jayapura District, Robert Djoenso. Furthermore, the fifth is shooting Mako Tabuni Moses, chairman of the I KNPB unreasonably and outside the legal procedure on July 14, 2012 in the third round of the taxi Housing Waena.

Sixth, the general murder TPN / OPM Kelly Kwalik Denssus 88 police and army on December 16, 2009 in the town of Timika and in the same month of the killing in 2012 by Hubertus Police Detachment 88 Mabel in Kurulu, the town of Wamena. Seven, Ferdinand Pakage tortured by prison officers (LP) Abepura, Herbert Toam on 22 September 2008 to have disabilities (blind) eye permanently on the right side of the crease LP Abepura.

Eight, torture and murder Yawan Wayeni on August 13, 2009 by the Chief of Police Serui, Yapen Islands District, Chief Imam Setiawan. Finally, nine were two cases of violation of Human Rights (HAM) weight Wasior in 2001 and Wamena 4 April 2003 burglary case armory that has been investigated by Komnas HAM but the attorney general has not yet submitted to the Human Rights Court for decision.

"This is our attitudes by looking at the circumstances and conditions," said Chairman of the Board waiter Center Fellowship Baptist Churches in Papua, Socrates Sofyan Yoman after reading press realess told reporters in Yoman Ninom Bookstore located at Lime Street Tabi or Vuria Kotaraja , Abepura, Jayapura, on Wednesday (6/3).

Violence should no longer hit residents in this easternmost region. Because, approximately 11 years old, the Special Autonomy Law applies. In the explanation of the Law No. 21/2001 on special autonomy for Papua Special Autonomy states intended to bring about justice, law enforcement, the enforcement of human rights (Human Rights), the acceleration of economic development, improving the welfare and progress of the people of Papua in order to progress equality and balance Papua Province. (Jubi / Moses)
-------------
CATATAN FKPGP TENTANG KEKERASAN DI PAPUA SELAMA ERA OTSUS Penulis : Musa Abubar | 16:52
Editor : Victor Mambor
| March 6, 2013 | 0
 
Ilustrasi Kekerasan di Papua (IST)
Jayapura, 6/3 (Jubi) – Sejak era pemberlakuan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua, sejumlah kekerasan terus bergantian terjadi di wilayah paling timur Indonesia ini. Hingga kini, kekerasan itu masih berlangsung. Berikut sejumlah kekerasan yang dicatat oleh Gereja Kingmi dan Gereja Baptis Papua di Jayapura.

Dari press reales yang diterima tabloidjubi.com, Rabu (6/3) dari Gereja Kingmi dan Gereja Baptis Papua yang tergabung dalam Forum Kerja Pimpinan Gereja Papua (FKPGP), sembilan kasus terjadi sepanjang UU Otsus Papua berlaku. Pertama, pada 2 Maret 2013, seorang pendeta bernama Yunus Gobay (55 tahun) disiksa dan dianiaya kemudian dibebaskan setelah keluarga korban menyerahkan uang tebusan sebesar Rp. 1 juta kepada pihak kepolisian di Polsek Kota Enarotali, Paniai.

Dua, kasus penembakan di Sinak, Kabupaten Puncak, dan di Tingginambut Puncak Jaya pada 21 Februari 2013 dan kasus penembakan di Udaugi, perbatasan Kabupaten Deiyai tanggal 31 Januari 2013 yang menewaskan sejumlah warga sipil dan aparat. Tiga, pada 15 Februari 2013, Dago Ronal Gobay (30 tahun) ditangkap di Depapre, Kabupaten Jayapura oleh polisi dan dalam proses interogasi disiksa diruangan kerja intelkam Polres Jayapura.

Kekekerasan keempat yakni upaya pembubaran paksa kegiatan ibadah HUT Ke IV Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tanggal 19 November 2012 di Aula Stakin Sentani oleh Pemerintah dan aparat keamanan dibawah pimpinan Kapolres Jayapura, AKBP Royke Harry Langie dan wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Robert Djoenso. Selanjutnya, kelima adalah penembakan Mako Musa Tabuni, ketua I KNPB tanpa dasar dan di luar prosedur hukum pada 14 Juli 2012 di putaran taksi Perumnas III Waena.

Keenam, pembunuhan jenderal TPN/OPM Kelly Kwalik oleh polisi Denssus 88 dan TNI pada 16 Desember 2009 di kota Timika dan pada bulan yang sama tahun 2012 terjadi pembunuhan Hubertus Mabel oleh polisi Densus 88 di Kurulu, kota Wamena. Tujuh, Ferdinand Pakage disiksa oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Abepura, Herbert Toam pada 22 September 2008 hingga mengalami cacat (buta) permanen pada mata bagian kanan dalam rutan LP Abepura.

Delapan, penyiksaan dan pembunuhan Yawan Wayeni pada 13 Agustus 2009 oleh Kapolres Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, AKBP Imam Setiawan. Terakhir, sembilan adalah dua kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat Wasior pada tahun 2001 dan Wamena 4 April 2003 kasus pembobolan gudang senjata yang sudah diselidiki oleh Komnas HAM tetapi kejaksaan Agung belum menyerahkan ke Pengadilan HAM untuk diputuskan.

“Ini sikap kami dengan melihat situasi dan kondisi yang ada,” kata Ketua Umum Badan Pelayan Pusat Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Socrates Sofyan Yoman setelah membaca press realess kepada wartawan di Toko Buku Yoman Ninom yang beralamat di Tabi atau Jalan Jeruk Nipis Vuria Kotaraja, Abepura, Jayapura, Rabu (6/3).

Seharusnya kekerasan sudah tak lagi menerpa warga di wilayah tertimur ini. Karena, kurang lebih 11 tahun lamanya, UU Otsus berlaku. Dalam penjelasan UU Nomor 21/2001 tentang Otsus Papua menyatakan Otonomi khusus bagi Papua dimaksudkan untuk mewujudkan keadilan, penegakan supremasi hukum, penegakan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), percepatan pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Papua dalam rangka kesetaraan dan keseimbangan dengan kemajuan Provinsi Papua. (Jubi/Musa)

No comments:

Post a Comment